Candlelabra’s Blog
Just another WordPress.com weblog

Nov
14

Saya cuma mau sharing apa yang baru saya alami,

pernahkan anda bertanya kenapa banyak orang merogoh gocek dari 100rb-200rb untuk memindahkan tintanya diluar?? Mungkin bagi anda yang sudah paham, tahu jawabannya. Pada mulanya saya sebagai orang awam menganggap bahwa memindah tinta diluar supaya lebih hemat, karena cc tintanya lebih besar. Itu sebagai salah satu alasannya tapi bukan alasan utama.

Setelah apa yang baru saya alami, saya sadar ternyata mengisi catridge ada tehniknya. Tidak sekedar menyuntiknya tinta ke dalam catridge. Cerita ini bermula ketika saya membeli printer bekas dari kakak kos saya. Printer yang saya beli adalah printer HP 3920 tahun 2003 memang cukup lama. Kakak kos saya mewanti-wanti saya untuk mengisi tintanya di veneta saja, dan jangan mencoba-coba untuk mengisi tintanya sendiri. alhasil kakak kos saya menggunakan printernya dan mengisi di veneta cadtridgenya tetap awet sampai sekarang. Saya menuruti kakak kos saya, hingga pada hari ini.

Saya semakin penasaran untuk mengisinya sendiri. Awalnya saya berfikir bahwa mengisi sendiri lebih hemat, walaupun saya sudah sering mendengar dari teman-teman saya mereka mengisi tinta sendiri cadtridgenya malah kering dan harus membeli lagi yang baru.

Sayapun membeli tinta HP seharga 21.500 disebuah toko, awalnya saya mengisinya dengan menyuntikkan saja. setelah saya coba untuk ngeprint, hasil cetakannya menjadi tidak sempurna tidak semua tinta tercetak. saya mulai panik, cadtridgenya saya angkat kemudian konektornya saya bersihkan. saya berfikir barang kali printer tidak maksimal karena konektornya kotor saya justru mengelapnya sampai bersih. alhasil saya mencoba mencetak lagi hasilnya tamah parag. tinta tidak muncul. dan di peringatkan komputer tertulis ink printer habis. padahal barusan saya isi. karena saya panik sayapun browsing pada sebuah blog http://articles-at.blogspot.com/2010/11/tips-cara-isi-ulang-tinta-cartridge.html

saya menyadari bahwa ternyata merefill tinta cadtridge tidak sembarangan dan ada tehniknya. Seperti bagian konektor harus dibersihkan sampai bersih tetapi bagian bawah harus dipastikan tinta keluar dengan lancar. Nah itu masalanya saya membersihkan cadtridge bagian bawah samapai bersih hingga tinta tidak keluar. saya panik tapi saya membaca ulasan artikel blog bagian terakhir tertulis.

Isi Ulang Catridge Lama
Caranya sama seperti di atas, hanya saja terkadang spon/bahan penyerap tinta yang ada di dalam cartridge sudah mengeras dan tidak mampu menyerap tinta
Untuk itu, sebelum diisi dengan tinta, cartridge sebaiknya disuntik dulu dengan air panas hingga kira2 spon/penyerap tinta di dalam cartridge melunak dan bisa menyerap tinta. * butuh beberapa waktu hingga tinta turun ke bawah

Maka saya yang panik, menyedot semua tinta dalam catridge saya keluarkan. kemudian saya merebus air panas. tinta yang sudah saya suntikan saya sedot keluar saya bersihkan dengan air panas. masih dalam situasi panik karena saking paniknya tinta menetes blepotan ke lantai. saya terpaksa harus mengepel sebelum tinta mengering kelaintai saat mengepel cadtridge saya rendam di air hangat. setelah itu dengan hati pasrah cadtridge saya lap dengan tisu basah. saya pasang kembali ke print. saya sudah pasrah kalau cadtridge rusak gara-gara ulah saya sendiri saya harus membeli cadtridge baru. Pada saat saya mencoba memprint lagi ternyata cadtridge sudah berfungsi normal kembali. saya kemudian lega dan sadar kenapa orang-orang tidak menyarankan untuk mengisi cadtridge sendiri tidak asal-asalan. karena ada tehniknya. dan kalau mau sekadar menyuntik tintanya mending tidak usah memakai cadtridge tetapi membeli tinta luar.

saya senang sekali walaupun tangan saya sekarang masih belepotan tinta.

Des
12

Desentralisasi tidak hanya dimaknai sebagai pelimpahan wewenang expenditure dan revenue saja dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Bahkan seringkali konsep desentralisasi hanya dimaknai secara sempit oleh pejabat daerah, yakni diidentikkan dengan peningkatan penerimaan daerah semata tanpa dibarengi dengan peningkatan public servic kepada masyarakatnya. Hal inilah yang dikenal dengan asymetric decentralization. Pemahaman desentralisasi oleh elit-elit lokal jauh dari apa yang diharapkan oleh teori desentralisasi yang ada. Banyak elit-elit lokal baik eksekutif maupun legislatif yang justru berlomba-lomba untuk memuaskan kepentingan sendiri daripada kepentingan masyarakat. Hal ini sangat terlihat dari beberapa kasus korupsi uang publik yang semakin marak di era desentralisasi fiskal melalui berbagai manipulasi keuangan dalam APBD yang dilakukan pejabat daerah dan anggota DPRD.

Seperti kasus di Kabupaten Sragen, Mantan Bupati Kabupaten Sragen, Untung Wiyono yang terlibat kasus korupsi APBD Kabupaten Sragen tahun 2003-2010 yang senilai  11,2 Milyar. Sebelumnya Kasus Korupsi yang melibatkan mantan Bupati Sragen tersebut mengakibatkan kerugian Negara sebesar 42 Miliar. Menurut Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Jawa Tengah Mochtar Husein yang dikutip dari http://www.infokorupsi.com. Dana 42 Miliar tersebut merupakan total pinjaman dari BPR Joko Tingkir dan BPR Karangmalang kepada para tersangka diluar kedinasan dengan jaminan deposito kas daerah pemkab setempat. Mochtar Husein juga mengatakan bahwa pinjaman 6 Miliar kepada BPR Karang Malang sudah dilunasi, sedangkan pinjaman di BPR Joko Tingkit senilai 26,9 Miliar tersisa 11,2 Miliar yang belum dilunasi. 11,2 Miliar tersebut merupakan kerugian Negara. Akibat dari tindakan tersebut Untung Wiyono dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara serta denda sebesar 200 juta. Selain itu yang bersangkutan diwajibkan mengganti uang kerugian Negara senilai 11 Miliar,

Kasus korupsi tersebut bermula ketika Untung Wiyono membutuhkan dana diluar kepentingan kedinasan dan akhirnya bersama dua tersangka lain memindahkan dana dari kas kabupaten Sragen kebentuk deposito di BRP Joko Tingkir dan BPR Karangmalang. Pemindahan dana di BPR Joko Tingkir sebanyak 38 kali dengan jumlah keseluruhan 29 Miliar yang terbagi dalam 38 lembar sertifikat deposito serta telah digunakan sebagai jaminan pengajuan kredit atas nama pemerintah Kabupaten Sragen. Dalam melakukan penyelidikan tim jaksa yang diketuai Nurmulat menemukan 108 surat perjanjian kredit dengan total pinjaman sebesar 36 Miliar. Hal tersebut juga dilakukan di BPR Karangmalang dengan agunan kredit total sebesar 6 Miliar.

Dilihat dari kasus korupsi tersebut sebenarnya tujuan dari kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah adalah menjadikan pemerintah lebih dekat dengan rakyat,  Sehingga kontrol yang lebih kuat pemerintah daerah terhadap rakyatnya. Pelayanan pemerintah harusnya dapat dilakukan dengan efisien dan efektif. Namun pemerintah yang kurang bersih menjadikan APBD sebagai sarana korupsi menjadikan pemerintahan Kabupaten Sragen tidak efisien dalam mengelola anggaran. Studi yang dilakukan oleh (Horfman, Kaiser, dan Schulze, 2003) menunjukan semakin meningkatnya KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) di semua sektor pemerintahan menunjukkan statement yang nyata terutama jika dilihat dari Kasus di Kabupaten Sragen.

Kasus Korupsi dana APBD oleh Bupati Sragen seakan menjadi sebuah indikator bahwa proses pelimpahan wewenang pengelolaan keuangan daerah (desentralisasi fiskal) ternyata tidak diikuti perangkat sumberdaya manusia yang memadai, serta institusi yang kredibel. Hal ini juga dilihat dari Kasus Ijazah Palsu mantan Bupati Sragen Untung Wiyono. Sehingga Untung dituntut satu tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Semarang Senin 11 Juni 2012. Ijazah palsu gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Manajemen dari sebuah universitas terbuka dan Ijazah palsu SMA Sembada Jakarta yang membuktikan bahwa Untung hanya menempuh pendidikan di SD Kroyo dan Sekolah teknik di Sragen.

 Pasca tahun otonomi daerah menjadikan Bupati/Walikota seolah-olah menjadi raja-raja kecil yang bebas dari intreverensi pemerintah pusat maupun provinsi. Isu putra daerah juga muncul dalam setiap pemilihan Kabupaten. Hal ini juga terlihat di Kabupaten Sragen setelah dua kali periode kepemimpinan kemudian Untung Wiyono mencalonkan anak sendiri dalam pemilihan Bupati Sragen yaitu Kusdinar Untung. Walaupun pada anti klimaks Kusdinar Untung gagal dalam pencalonan Bupati karena rakyat kabupaten Sragen merasa tidak puas lagi dalam era kepemimpinan Untung Wiyono. Sebelumnya Kusdinar Untung menjabat sebagai Kepala DPRD Kabupaten Sragen, sehingga dia memimpin anggota legislatif lainnya dan mengontrol kinerja Ayahnya sendiri selaku Bupati.

Untuk kedepannya diharapkan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal khususnya di Kabupaten Sragem, dipahami bahwa otonomi daerah adalah hak untuk mengatur, mengisi, dan menentukan arah pembangunan daerah. Namun bukan segala-galanya. Birokrat diharapkan semakin efisien dan efektif dalam menjalankan tugasnya. Dan yang lebih penting menjadikan pemerintahan bersih dengan prinsip transparasi dan akuntabilitas.Sehingga dapat dipertanggung jawabkan kepada masyarakat. Dan tidak hanya mementingkan apa yang dibutuhkan partainya sendiri.Image

Des
16

Adakalanya suatu perusahaan tidak dapat menghadapi pesaing-pesaingnya yang kuat, sehingga posisi perusahaan yang lemah didalam pasar menjadi terancam. Produsen menghadapi situasi ketidakpastian. Pesaing yang kuat dalam suatu pasar tidak hanya memiliki keunggulan dalam kualitas produk tetapi mereka memiliki modal yang besar untuk melayani sejumlah besar konsumen. Menghadapi situasi yang tidak menguntungkan tersebut perusahaan kecil melakukan strategi agar dapat bertahan dipasar yaitu melalui merger.

Batasan Istilah dan Arti Penting Merger

Richard G. Lipsey dan kawan-kawan mendefinisikan merger sebagai pembelian aset fisik atau pengendallian andil kepemilikan suatu perusahaan oleh perusahaan lainnya.

Merger diklasifikasikan menjadi 3:

1.Merger Horizontal

Bila dua perusahaan atau lebih dalam produk yang sama  melakukan penggabungan.

2.Merger Vertical

Merupakan penggabungan 2 perusahaan atau lebih yang memiliki produk yang berbeda tetapi masih berada pada keterkaitan produksi yang sama melakukan penggabungan. Misalnya Pabrik Kue kering bergabung dengan pabrik biskuit. Keduanya memiliki produksi yang berbeda tetapi sama – sama snack-food-produce.

3. Merger Konglomerasi (Conglomerate Merger)

Bila 2 perusahaan atau lebih bergabung didalam industri yang tidak berhubungan antara satu dengan yang lainnya.

Kegiatan merger didalam suatu perekonomian semakin lama semakin meningkat sejalan dengan berkembangnya industri dibeberapa negara. Ledakan merger (boom merger) juga telah meningkatkan konsentrasi dan perkembangan oligopoli disejumlah pasar dinegara Inggris.

Kegiatan merger perusahaan didalam industri menjadi aman bersaing sehingga dapat memperbaiki kinerja pasar yang dapat diraihnya. Meskipun demikian beberapa penelitian menunjukkan hal tersebut tidak selalu benar.

Di negara Indonesia kegiatan merger didalam dunia bisnis akhir-akhir ini juga berjalan marak. Pada era 1990-an sekurangnya telah terjadi penambahan 2 industri yang melakukan merger. Hasibuan menyatakan, sampai Oktober 1989 terdapat sekitar 11 kelompok perusahaan konglomerat perusahaan dengan rincian jumlah perusahaan : Salim group 301 perusahaan, Astra group 335 perusahaan, Sinar Mas Group 150 perusahaan, Lippo Group 62 perusahaan, Dharmala Group 69 perusahaan, Bimantara Group 53 perusahaan, Jaya Group 64 perusahaan, Gajah Tunggal Group 38 perusahaan, Truba Group 35 perusahaan, Ometraco Group 45 perusahaan, dan Bakrie & Brothers 35 perusahaan. Sekarang bertambah kembali yaitu industi pupuk nasional menjadi Holding company kemudian muncul kembali merger perbankan, baik antar bank swasta nasional atau pemerintah.

Alasan Merger

Beberapa alasan perusahaan melakukan merger :

1. Keuntungan

Melalui merger akan terjadi pengurangan beberapa komponen biaya produksi. Misalnya biaya pemrosesan output, biaya transaksi, biaya iklan, pemanfaatan informasi bersama dan administrasi. Perusahaan yang melakukan merger dapat menggunakan pelayanan bersama seperti jasa asuransi, bank, dan sebagainya.

2. Mengurangi risiko di dalam persaingan

Para pesaing menghadapi situasi yang tidak pasti sehingga terjadi persaingan yang sangat ketat. Pengurangan risiko terkait pula upaya untuk penyelamatan bisnis yang sedang dijalankan. Perusahaan lemah sering kesulitan menembus pasar sehingga terancam bangkrut. Agar mampu mempertahankan eksistensinya di dalam pasar perusahaan memerlukan dukungan.

3. Untuk meningkatkan pertumbuhan

Perusahaan yang tergabung yentu mengharapkan kinerja perusahaan semakin membaik. Keuntungan meningkat dan diinvestasikan kembali untuk perluasan perusahaan untuk peningkatan pertumbuhan perusahaan. Namun dalam kenyataannya hal tersebut tidak selalu benar.

4.Mendominasi Pasar

Perusahaan – perusahaan yang besar tentu menguasai pasar. Dengan merger konsentrasi perusahaan meningkat sehingga perusahaan menjadi semakin dominan.

5. Integrasi Vertikal dan Integrasi Horisontal

Integrasi Vertikal adalah penggabungan 2 perusahaan atau lebih yang memiliki hubungan produksi yang berkelanjutan. Integrasi ini dapat bersifat hulu (up stream) dan hilir (down stream). Integrasi horisontal adalah gabungan 2 perusahaan atau lebih menghasilkan produk yang sama pada tingkat produk yang sama. Diversifikasi konglimerat pada dasarnya perusahaan menyebar risiko dalam kegiatan bisnis yang dilakukannya. Dengan mengakuisisi resiko perusahaan menyebar ke perusahaan lain.

Daftar Pustaka :

Teguh, Muhammad.2010. Ekonomi Industri. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada

Des
16

Banyak perusahaan yang beroperasi didalam pasar namun demikian beberapa diantaranya menguasai output pasar. Konsentrasi industri adalah situasi yang memperlihatkan derajat penguasaan pasar. Masing-masing memiliki derajat penguasaan yang berbeda-beda. Gambar diatas setidaknya dapat memberikan gambaran umum untuk mengetahui hubungan antara keadaan stuktur pasar dan derajat konsentrasi industri.

Pada industri pasar persaingan sempurna, masing-masing penjual tidak mempunyai kekuatan saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Derajat konsentrasinya 0% bila semua putput disebarkan secara merata. Hal sebaliknya pada monopoli derajat industrinya dapat mencapai 100%. semakin kekanan menuju monopoli derajat semakin meningkat sebaliknya semakin kekiri semakin turun.Jenis struktur pasar oligopoli memili derajat penguasaan pasar diwilayah tengah. Dalam kenyataannya ukurannya berada di rentang 0% sampai 100%.

Gambar diatas mengilustrasikan teoritis mengenai distribusi penguasaan input oleh beberapa perusahaan industri. terlihat sekitar 40% perusahaan industri menguasai sekitar 15% output pasar. Bila kurva lorens semakin mendekati diagonal distribusi output semakin merata. sebaliknya semakin menjauhi diagonal semakin tidak merata.

selanjutnya melihat keadaan konsentrasi dengan menggunakan angka-angka indek :

A. Indeks Gini

Indeks gini mempunyai interval antara 0 sampai 1. Bila mendekati 0 maka distribusi semakin merata sebalinya mendekati satu semakin tidak merata. Indek gini ditulis secara matematik sebagai berikut :

Variabel X mewakili nilai kumulatif jumlah perusahaan, variabel Y output atau variabel lain yang diamati. Angka indeks gini memiliki batas interval, distribusi output/penjualan antar perusahaan disebut sedang bila berada pada interval 36-49. Distribusi antar perusahaan semakin pincang bila indeks gini berada 50-70.

B. Indeks Herfindahl

Perusahaan yang besar dapat mendominasi pasar sehingga dapat menetapkan harga dan diikuti oloeh perusahaan kecil lainnya. Indeks ini dapat dilakukan dengan mengkuadratkan marketshare setiap pasar didalam industri. Dengan mengkuadratkan semua perusahaan dalam suatu industri suatu perusahaan akan terlihat lebih unggul dari perusahaan lainnya.

Formula :Misalnya suatu industri terdiri dari 2 perusahaan masing-masing  memiliki pangsa 50% didalam pasa maka HHI = 50 kuadrat + 50 kuadrat = 5000.

C. Indeks Lerner

Indeks lerner digunakan untuk mengukur kekuatan industri monopoli (monopoly power) untuk memperoleh keuntungan pasar.

IL=(P-MC)/P

P=harga jual produk, MC= Biaya marjinal. Semakin besar IL suatu industri mendekati monopoli.

Penyebab Konsentrasi

Douglas F.Greer (1984) ada 4 faktor penyebab konsentrasi industri :

1. Nasib Baik (Lucky Factor).

Misalnya hanya ada beberapa perusahaan saja yang tertarik melakukan kegiatan investasi. Perusahaan lain tidak tertarik karena dana investari terlalu tinggi atau keuntungan yang diperoleh terlalu rendah. Karena hanya beberapa perusahaan didalam industri sehingga konsentrasi tinggi dan beberapa perusahaan menjadi dominan.

2. Faktor Teknis

Skala ekonomi dapat menyebabkan perusahaan lebih terkonsentrasi. Perusahaan dengan ongkos rendah dapat menjual produk dengan harga yang rendah. Kemajuan teknologi dapat  memperluas output bagi perusahaan mapan.

3. Faktor kebijakan Pemerintah

Kebijakan pemerintah dapat memperburuk keadaan pasar karena perusahaan hanya menunjuk beberapa perusahaan guna memproduksi suatu barang. Akibatnya konsentrasi perusahaan yang ditunjuk pemerintah meningkat. Sebaliknya apabila pemerintah melonggarkan proteksi maka akan banyak perusahaan baru memasuki pasar.

4. Strategi Bisnis

Misalnya perusahaan melakukan merger. Praktik merger menyebabkan konsentrasi industri meningkat.

Konsentrasi industri menunjukkan derajat penguasaan pasar bagi perusahaan-perusahaan yang bersaing dipasar. Konsentrasi yang tinggi menguntungkan produsen tetapi merugikan konsumen karena mengurangi surplus konsumen. Di Amerika Serikat upaya pengurangan konsentrasi industri dengan Undang-undang Antitrust.

Daftar Pustaka

Heather, Ken.2002. The Economics Industries and Firms. Prentice Hall

Teguh, Muhammad. 2010. Ekonomi Industri. Jakarta. PT Grafindo Persada

Des
14

Struktur

Struktur pasar menunjukkan karakteristik pasar seperti jumlah pembeli dan penjual, kedaan produk perbedaan corak produk (produk differentiation), difersifikasi produk, hambatan masuk.

Struktur pada pasar persaingan sempurna ditandai dengan adanya sejumlah besat pembeli dan penjual dan memiliki kekuatan yang relatif sama. Harga dan output menurut mekanisme pasar. sedangkan monopoli jumlah penjual relatif tunggal. Keadaan pasar dikendalikan oleh monopolis.

Perbedaan Corak Produk (Product Differentiation)

memberikan keleluasan pada produsen guna mengatur strategi pasar. Produk yang unique biasanya cenderung digemari kelompok konsumen tertentu. Melalui keunggulan produk produsen industri memiliki kekuatan dalam mengendalikan pasar sehingga menjadi monopolis diwilayah pasarnya sendiri. Sedangkan barang homogen memiliki lebih banyak barang subtitusi bagi konsumen.

Hambatan Masuk (Entry and Exit Conditions)

Produsen yang efisien dalam berproduksi pada dasarnya memiliki kekuatan alamiah guna merintangi pesaing masuk ke pasar. Produsen yang mapan (established firm) dapat menentukan tingkat harga dan output. Perusahaan baru sering memerlukan perlindungan khusus dan umumnya tidak efisien.

Perilaku (Conduct)

Kolusi (Collusion)

Perilaku kolusi umum terdapat pada pasar oligopoli. Meskipun demikian perilaku kolusi dapat terjadi pada pasar monopoli. Setiap pesaing pada pasar berstruktur oligopoli menghadapi 2 pilihan berkolusi secara formal atau indormal. Kolusi formal ditandai dengan perjanjian-perjanjian yang bersifat mengikat. contoh OPEC. Kolusi Informal (Tacit Colluction) yaitu setiap anggota tidak mengenal langsung. Mereka tidak pernah melakukan perjanjian tertulis guna menguasai pasar. Mereka bersekutu secara diam-diam guna menciptakan sutuasi aman bagi anggota.

Kebijakan Harga (Pricing Policy)

Pada struktur oligopoli sangat peka terhadap kebijakan harga pesaing terkadang mamacu perang harga. Semakin kuat suatu struktur perusahaan semakin mudah dalam menentukan harga. Terutama dalam pasar monopoly.

Penelitian dan Pengembangan (Reseacrh and Development)

Penelitian dan Pengembangan Produk, Iklan, merupakan persaingan non harga antar perusahaan.

Merger

Horizontal Merger kerjasama antar perusahaan dengan menggunakan sumber daya yang sama. Vertical Merger situasi dimana 2 perusahaa  menggunakan sumberdaya yang berbeda tetapi masih dalam proses produksi yang sama misalnya antara perusahaan kayu dengan kertas.Conglomerate Merger 2 perusahaan atau lebih bergabung  didalam industri yang tidak berhubungan.

Kinerja (Performance)

Kinerja merupakan hasil dari tindakan pesaing yang menjalankan dengan berbagai strategi guna bersaing dan menguasai keadaan pasar.

Keuntungan (profitability)

disetiap struktur industri pasar yang berbeda-beda terdapat corak perbedaan keuntungan. Pada pasar persaingan sempurna keuntungan yang diterima setiap pesaing merupakan keuntungan normal (normal Profit). Pada industri monopoli produsen memproduksi dengan tingkat harga melebihi biaya rata-rata sehingga mendapatkan keuntungan extra profit.

Perkembangan Teknologi (Tecnological Progress)

adalah akibat dari Penelitian dan Pengembangan. Dalam jangka panjang perusahaan dengan mengembangkan teknologi akan menghasilkan produk secara lebih efisien.

Productif dan allokatif effisiensi

Produktif efisiensi berkenaan dengan pengembangan perusahaan mencapai teknologi feasible maksimum output dengan menggunakan kombinasi input yang efektif.

Interaksi Struktur Pasar-Perilaku-Kinerja

Ketidakharmonisan hubungan antar elemen didalam struktur pasar menyebabkan mekanisme pasar menjadi tidak sempurna. Struktur pasar menentukan perilaku industri, Perilaku industri menentukan kinerja. Misalya segala usaha penjualan pesaing akan meningkatkan output perusahaan pesaing sehingga pada gilirannya akan meningkatkan keuntungan perusahaan tersebut.

daftar pustaka :

Hilter, Ken.2002. The Economics of Industries and firms. Pearson Education.

Lipczinky, John, John Wilson & John Goddard.2005. Industrial                        Organitation  : Analysis of Competition Market. Second edition.Pearson Eduation

Teguh, Muhammad.2010.Ekonomi Industri.Jakarta : PT Raja Grafindo Persada



Apr
15

Karl Mark lahir pada tahun 1818 di kota Thier, di perbatasan Jerman yang pada waktu itu adalah Prussia. Ayahnya seorang pengacara yahudi namun Ayahnya beberapa tahun kemudian berpindah agama menjadi Kristen Protestan. Padahal kota Thier seluruhnya Katholik, Kemungkinan hal tersebut dilakukan agar dia dapat menjadi pegawau negeri, tepatnya Notaris di Prussia yang berhaluan Prostetan. Ibu Mark menyusul berpindah agama 8 tahun kemudian. Begitu mudah Ayah Karl Mark berpindah agama itu sebabnya KarlMark begitu tidak meminati agama.


Sesudah lulus dari Gymnasium di Thier ayahnya menyuruh Kark studi hukum, agar anaknya dapat mengikuti kariernya sebagai notaris. Namun Karl sendiri tidak berminat dia lebih memilih menjadi penyair, Itu sebabnya selama di Bonn dia hanya menghabiskan kiriman uang ayahnya,Kemudian tanpa menunggu ijin ayahnya Karl Pindah ke Berlin dan mulai belajar filsafat.


Situasi politik di Prussia pada wakut itu semakin reaksioner , undang-undang dasar sesudah Napoleon menjadikan banyak kebebasan di hapuskan, pers dibatasi, guru-guru besar di Universitas di awasi dengan ketat, dan kalau terlalu liberial ditahan.


Waktu Mark di Berlin “filsafat” diberlin sama artinya dengan filsafat Hegel yang baru beberapa tahun meninggal, Hegel menjadi profesor di Berlin dari yahun 1818 sampai wafatnya tahun 1831, Ia termasyur karena filsafat politiknya, yang menempatkan rasionalitas sebagai nilai tertinggi.

Di Berlin pada waktu itu terdapat sebuah kelompok orang intelek muda yang kritis dan radikal yang menamakan diri Klub para Doktor. Meskipun baru semester 2 mark masuk dalam golongan itu dan menjadi anggota yang paling radikal.  Kelompok itu memakai filsafat Hegel sebagai alat kritik untuk kelolotan negara Prussia. Karena itu mereka disebut “Kaum Hegelian Muda”. Berdasarkan interprestasi Hegel itu Klub Doktor tidak hanya mengkritik antibelarisme negara tapi juga menentang pengaruh agama (protestan) di Prussia.


Pada tahun 1841 Mark dipromosikan menjadi Doktor filsafat oleh Universitas Jena berdasarkan sebuah Disertasi tentang filsafat Demokritos dan Epiquros. Ia amat sangat terkesan oleh Hegel, yang dicita-citakannya adalah Kemerdekaan dan agar kemerdekaan diwujudkan secara nyata, filsafat harus menjadi kekuatan praktis dan revisoner.


Setelah lulus promosi, Mark pindah ke Koln dan menjadi pemimpin redaksi harian Die Reisnische Zitung, sebuah koran liberial-progresif. Karena mendapatkan kesulitan terus menerus dari sensor pemerintah Prussia, Mark terpaksa melepaskan jabatannya tahun 1843 (namun koranya tetap dilarang) dan pindah ke Paris. Ia menikah dengan Jenni Von whespallen putri seorang bangsawan.


Karl Mark telah membaca karya utama Ludwiq Feurbach The Essense of Chirtianity, dimana filsafat Feurbach mempengaruhi pikiran Mark secara mendalam. Feurbach dirasakan membuka matanya mengapa Hegel tidak turun dari dataran murni teoretis. Filsafat Hegel sendiri adalah ungkapan suatu keterasingan manusia dari dirinya sendiri.


Di Paris Karl Mark bertemu dengan tokoh-tokoh sosialis baik Perancis seperti Prodoun maupun pelarian dari Jerman. Ia bertemu dengan fredrich Engels yang menjadi teman karipnya selama hidupnya.


Pada permulaan tahun 1845, Mark terpaksa sudah meninggalkan paris dan pindah ke Brussel karena ia diusir oleh pemerintah perancis karena permintaan pemerintah Prussia. 3 tahun kemudian pada awal Revolusi yang menyapu Eropa selama tahun 1848, Mark dengan keluarganya diusir dari Belgia dan pindah ke London dimana ia akan tinggal samapai akhir hidupnya.


Pada tahun 1938 di Moskow diterbitkan sebuah buku setebal 1000 halaman dengan judul  Grundrisse (Feundations of the critique of Polical Economy). Grunduisse sekiranya ditulis oleh Mark pada tahun 1858 dan cukup menarik karena pandangan-pandangannya , misalnay tentang otomatisasi, yang tidak sesuai dengan nilai lebih Mark sendiri kemudian tidak muncul lagi. Pada tahun 1859 terbitlah buku A Contribution of The crituque of Political economy) yang sekarang dibaca karena prakatanya rumusan paling ringkas dan jelas tentang materilias sejarah.


Akhirnya pada tahun 1867 terbitlah buku pertama dari karya utama Mark yang dimaksudkan untuk membuktikan kebenaran ramalan tentang kehancuran kapitalisme dan keniscayaan sosialisme. Meskipun Das kapital mengecewakan banyak teman Mark dianggap terlalu kering dan tidak jelas makdusnya, namum Mark semakin dikenal dikalangan para pemimpin gerakan buruh eropa.


Pada tahun 1864 wakil-wakil berbagai partai buruh nasional telah mendirikan asosiasi Buruh Nasional, Pertama Mark turut di dewan pimpinan. Karl Mark kurang beruntung dalam kehidupan pribadinya, Walaupun kehidupan keluarganya dengan istrinya cukup bahagia, namun mereka terus-menerus didera kemelaratan, bahkan sering kurang makan. Salah satu anaknya mati karena kurang makan dan isterinya sering bereaksi histeris. Mark tidak memiliki pendapatan yang tetap dan tidak tahu bagaimana berurusan dengan uang. Hanya karena kiriman dari Engels (yang memili pabrik di tekstil di Manchester) mereka dapat bertahan.


Apalagi Mark suka bersikap otoriter dan suka menyinggung perasaan orang lain, terutama rekan-rekan sosialisnya. Siapa yang tidak tunduk pada kepemimpinan teroretisnya akan diserang dengan gaya menghina. Karena itu hubungan dengan semua temanseperjuangannya ambruk. Hanya persahabatan dengan Engels dia tetap bertahan. sejak tahun 1860 Engels mampu menyediakan kiriman uang bulanan tetap bagi Mark. Sehingga selama 29 tahun terakhir keluarga Mark relatif terbebas dari kesulitan ekonomi. Tahun-tahun terakhirnya

Okt
31

Uang adalah segala sesuatu yang pada umumnya diterima seseorang sebagai pembayaran barang atau jasa yang dibutuhkan pihak lain.

Fungsi Uang

Dalam hal ini ada 3 (tiga) fungsi uang :

1. Medum of exchange

Fungsi uang disini adalah sebagai media alat tukar (barter)

2. Measure of relative value

Uang dapat pula berfungsi sebagai alat ukur terhadap nilai suatu barang atau jasa. Dengan uang kita dapat mengukur perbedaan-perbedaan harga barang dan jasa serta dapat menemukan berapa harga atau nilai yang tepat untuk barang/jasa.

3.) Store of value

Disini uang dapat berfungsi sebagai penyimpanan nilai. Seseorang mengoleksi benda-benda antik perangko, disimpannya hingga pada suatu saat nilai benda-benda tersebut naik.

Karakteristik Uang

1. Acceptance

Uang harus mudah dipertukarkan/diterima oleh masyarakat luas, mudah untuk membeli barabg atau jasa.

2. Divisibility

Uang harus mdah dibagi-bagi yaitu dalam bentuk pecahan, misalnya disamping ada pecahan Rp 100.000 atau Rp 50.000 juga ada pecahan Rp 2000, Rp 1.000, Rp 500, Rp 200, Rp 100 Sehingga hal ini memudahkan pemakai dalam pembayaran transaksi baik yang berjumlah besar maupun kecil

3. Portability

Uang harus mudah untuk dibawa, dalam dompet atau tempat uang lain. Bentuk koin sering tidak disukai masyarakat dikarenakan berat membawanya dalam jumlah besar.

4. Durability

Kualitas bahan yang digunakan untuk uang haruslah tahan lama. Koin adalah lebih tahan lama jika dibandingkan dengan uang kertas. Uang pada hakekatnya harus tahan disimpan atau dipertukarkan selama bertahun-tahun.

5. Stability

Untuk menjaga agar uang mudah diterima oleh masyarakat luas maka harus dijaga stabilitasnya. Seperti misalnya terjadi inflasi yang tinggi maka akan banyak masyarakat yang kehilangan daya beli terhadap prodik/jasa.

Okt
29

1. Perusahaan Perseorangan

Usaha ini di miliki, dikelola, dan dipimpin oleh seorang yang bertanggung jawab penuh terhadap semua resiko dan aktivitas perusahaan. Dalam hal ijin usaha secara relatif dapat dikatakan lebih ringan dan lebih sederhana persyaratannya dibandingkan dengan perusahaan lainnya. Pemisahan modal dari kekayaan pribadi pada perusahaan perseorangan dalam likuidasi tidak ada artinya , sebab semua harta kekayaan menjadi jaminan dari semua utang perusahaan.

2. Firma (Fa)

Firma merupakan persekutuan antara dua orang atau lebih dengan nama bersama untuk menjalankan usaha, dimana tanggung jawab masing-masing anggota firma. Firma tidak terbatas, sedangkan laba yang akan diperoleh dari usaha teresbut akan dibagi bersama-sama, demikian pula jika menderita kerugian akan dipikul bersama.

3. Perseroan Komanditer (CV)

Perseroan komanditer atau disebut Commanditaire Vennootschaap (CV) , dinyatakan menurut pasal 19 KUHD, ialah suatu bentuk perjanjian kerjasama untuk berusaha bersama antara orang – orang yang bersedia memimpin, mengatur perusahaan, serta bertanggung jawab penuh terhadap kekayaan pribadinya, dengan orang – orang yang memberi pinjaman dan tidak bersedia memimpin perusahaan serta bertanggung jawab terbatas pada kekayaan yang diikut sertakan dalam perusahaan itu.

4. Perseroan terbatas

Perseroan terbatas atau sering disebut denfan Naamloze Vennootschap (NV), adalah suatu persekutuan untuk menjalankan perusahaan yang mempunyai modal usaha yang terbagi dalam beberapa saham, dimana tiap sekutu/persero turut mengambil bagian sebanyak satu atau lebih saham. Disini para pemegang saham bertanggung jawab terbatas terhadap hutang-hutang perusahaan sebesar modal yang disetorkan. Kekayaan PT terpisah dari kekayaan masing-masing pemegang saham. Kepada para pemegang saham hanya dibayarkan dividen jika PT mendapatkan laba. Untuk mendirikan suatu PT diperlukan adanya Akte Notaris yang memuat antara lain : Nama PT, Modal PT dan sebagainya.

5. Perseroan Terbatas Nergara (Persero)

Persero ini sebelumnya adalah Perusahaan Negara (PN). Terjadinya karena PN mengadakan penambahan modal yang ditawarkan kepada pihak swasta. Contoh : PT (Persero) Pupuk kujang, PT (Persero) Aneka Gas dan Industri. Tujuan perseri yaitu mencari laba maksimum dengan menggunakan faktor-faktor produksi secara efisien.

6. Perusahaan Negara Umum (PERRUM)

Tujuan dari PERRUM juga mencari keuntungan, tetapi kesejahteraann masyarakat tidak boleh diabaikan. PERRUM diatur dalam intruksi presiden RI no. 17 tanggal 28 Desember 1967, yang menyatakan bahwa kegiatan usaha dalam PERUM terutama ditujukkan untuk melayani kepentingan umum, bidang usahanya biasanya jasa-jasa vital (Public Utilities). Pihak swasta diperbolehkan menanamkan modalnya pada PERUM meskipun seluruh modal PERUM dimiliki oleh permerintah. PERUM dipimpin oleh suatu direksi yang bertanggung jawab atas segala hubungan hukum dengan pihak lain dan diatur menurut hukum perdata.

7. Perusahaan Negara Jawatan (PERJAN)

Kegiatan usaha PERJAN ditujukan terutama untuk pelayanan kepada masyarakat atau untuk kesejahteraan umum (Public Service) dengan memperhatikan pula segi efisiensinya. PERJAN dapat memiliki fasilitas-fasilitas negara, sebab merupakan bagian dari Departemen/Direktorat Jenderal. Seluruh karyawannya berstatus pegawai Negeri. PERJAN mempunyai hubungan hukum publik, yaitu apabila terjadi persengketaan maka PERJAN berkedudukan sebagai pemerintah.

8. Perusahaan Daerah (PD)

Perusahaan daerah adalah perusahaan yang modal/sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah, dimana kekayaan perusahaan dipisahkan dari kekayaan negara. Tujuan Perusahaan Daerah ini mencari keuntungan yang nantinya akan digunakan untuk membangun daerahnya. Kepengurusan PD tidak lagi dilakukan oleh Badan Pimpinan Perusahaan-Perusahaan Daerah (BAPIPDA), tetapi diserahkan kepada Gubernur/Kepala Daerah. Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Dalam Negeri No. 18/1969

Okt
28

Pada mulanya di eropa belum terjadi tukar menukar barang /jasa , ekonomi bersifat setempat untuk mencukupi kebutuhan sendiri. Di sini setiap keluarga membuat semua barang yang dibutuhkan untuk dikonsumsi sendiri. Kemudian pada masa perekonomian kerajinan dan pertukangan terjadilah tukar menukar atau barter. Pada masa ini disebut Perekonomian Feodal . Pada masa itu perekonomian berpusat “Manorial Estate” dimana orang bekerja dilapangan pertanian dengan pimpinan kaum bangsawan. Jadi kekuasaan terletak pada kaum bangsawan. Kemudian pada akhir abad pertengahan lahir negara-negara nasional yang menggantikan negara feodal . Saat itulah timbul kapitalisme muda dan masa ini disebut masa Merkantilisme. Dengan menyewa serdadu upahan negara-negara nasional menumpas kekuasaan tuan-tuan tanah.

1. Merkantilisme

Negara berusaha mendapatkan emas sebanyak-banyaknya dari perdagangan luar negeri. Anggap faham ini adalah perdagangan merupakan sumber kekayaan. Diuahakan nilai ekspor lebih tinggi dari nilai impor dan kelebihan nilai itu harus dibayar oleh luar negeri dengan emas. Negara menekan impor barang sebaliknya mendukung kegiatan ekspor barang.

Akibar adanya faham tersebut, maka mengalirlah emas dalam negeri. Pada masa itu pertanian tidak banyak mendapatkan perhatian, sehingga menimbulkan tantangan dari mereka yang mementingakan pertanian. Maka timbulah faham baru yang dipelopori oleh Quesnay (1792), yaitu Physioctatiesme. Pendapat kaum physiocrat ialah bahwa untuk mencapai kemakmuran, manusia membutuhkan bahan atau barang yang nyata dan ini hanya dapat dihasilkan dibidang pertanian.

2. Kapitalisme

Seseorang bebas untuk memiliki kekayaan, memiliki perusahaan, bersaing secara bebas dalam pasar, seorang bebas dalam memilih dan membuat barang/jasa yang diinginkan. Kebebasan ini disebut dengan “Leissez faire”. Seseorang bebas bertindak sejauh yang mereka miliki dan merupakan penggerak utama dari kegiatan ekonomi kapitalis.

Menurut Adam Smith (1723-1790) dalam bukunya “The Wealth of Nations” menyebutkan adanya tangan tidak kentara dalam persaingan (The invisible hand of competition). Hal ini berarti bahwa banya individu yang memasuki dunia usaha, tetapi karena perusahaan telah berhasil dalam persaingan dengan perusahaan lain, secara relatif dapat dikatakan bahwa yang kalah adalah kurang efisien. Keluarnya dari persaingan ini disebut dengan “tangan tidak kentara”.

Jadi dalam sistem kapitalisme ini terdapat tiga sifat pokok:

1. Hak milik atas barang modal ada ditangan orang perseorangan

2.Harga barang/jasa ditentukan oleh permintaan dan penawaran (ekonomi pasar)

3.Dijamin adanya persaingan bebas, kebebasan untuk berdagang dan mempunyai pekerjaan, kebebasan untuk mengadakan kontrak serta kebebasan untuk hak milik dan kebebasan untuk mendapatkan keuntungan.

3. Komunisme

Di dalam sistem perekonomian komunisme , peranan pasar untuk menentukan arah produksi hampit tidak ada. Jika perekonomian kapitalisme disebut ekonomi pasar, maka perekonomian Komunisme dikatakan ekonomi pemerintah yang bersifat totaliter atas keputusan ekonomi yang dibuat . Disini hak milik seseorang dihapuskan, semua masyarakat adalah karyawan negara. Kebebasan politik diawasi dengan ketat.

4. Fasisme

Disamping bentuk pemerintahan (diktator), fasisme juga merupakan bentuk perekonomian. Dalam fasisme yang sering disebut Negeri Usaha, Pemerinta memiliki semua industri. Disini orang bebas memilih tempat yang dinginkan atas persetujuan pemerintah.

5. Sosialisme

Di negara-negara yang menganut faham sosialisme, pemerintahannya bersifat demokrasi. Dalam bidang perekonomian pemerintah secara tidak langsung mendorong kegiatan ekonomi dengan merencanakan anggaran belanja, sistem perpajakan ekspor, dan lain-lain. Jadi didalam perekonomian sosialisme, seseorang relatif bebas untuk memilih usaha atau pekerjaan yang dinginkan, tetapi pemerintah turut campur tangan dengan berusaha menyesuaikan kebutuhan individu dengan kebutuhan masyarakat. Dalam hal ini pemerintah hanya menguasai perusahaan-perusahaan yang vital bagi kepentingan masyarakat, agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dengan adil dan merata,

Pada sistem perekonomian sosialis ini, harta kekayaan tersebut, dimiliki dan diselenggarakan oleh koperasi-koperasi produksi dan konsumsi, serikat sekerja, badan hukum masyarakat dan organisasi lain atas dasar suka rela.

6. Demokrasi Ekonomi

Sistem perekonomian Indonesia cenderung menuju sistem perekonomian sosialis, tetapi dengan mendasarkan diri dengan pancasila dan UUD 1945, pasal 23, 27, 33, dan 34 UUD 1945 menjadi penerapa demokrasi ekonomi di Indonesia.

Okt
28

Wirausahawan adalah seseorang yang memiliki kepribadian yang unggul yang mencerminkan budi yang luhur dan pantas untuk diteladani karena atas kemampuan sendiri dapat melahirkan suatu sumbangsih karya untuk kemajuan kemanusiaan yang berlandaskan kebenaran dan kebaikan.

 Kewirausahawan adalah suatu profesi yang dimbul karena interaksi antara ilmu pengetahuan yang dapat diperoleh dari pendidikan formal dengan seni yang hanya dapat digali dari rangkaian kerja yang diberikan dalam praktek.
 

Fungsi yang dilakukan oleh seorang wirausahawan :

1. Mengidentifikasi kesempatan

2. Mengumpulkan sumberdaya manusia dan sumber daya lainnya

3. Menarik investasi/dana dari perorangan atau lembaga keuangan

4. Melaksanakan proses produksi atau perdagangan

5. Menanggung resiko

Beberapa ciri kepribadian dari seorang wirausahawan

1. Mempunyai emosi untuk membayangkan keberhasilan usahanya

Tujuan usahanya bercirikan :

a. Cukup realistis dan menantang

b. Mempunyai batas waktu

c. Dapat diukur, sukses atau gagal

Untuk itu seorang wirausahawan akan mencari sebab untuk memperkecil kegagalannya dan mencari peluang untuk kesuksesannya

2. Berani menanggung resiko. baik resiko sukses maupun resiko gagal

3. Gigih dan bekerja keras

Ia berpendapat bahwa, usahanya akan tumbuh subur jika banyak mendapat tantangan dan ia tidak ingin cepat – cepat menikmati hasil usahanya.

4. Bersemangat dan gesit dalam berusaha

Daya kerjanya cukup tinggi , mampu bekerja rata – rata lebih dari 10 jam/hari.

5. Ia tidak terikat secara ketat terhadap rencanannya , jika memang tidak sesuai . segera diubahnya. Ia berpandangan obyektif, terbuka menerima kritik dan saran.

6. Percaya pada diri sendiri

Ia seorang kuat, keras, berani dan tangguh.

Ia sanggup terjun pada hal-hal yang sangat asing baginya.

Jika mengalami kegagalan, ia tidak pernah putus asa

Ia berpendapat bahwa, dirinyalah modal yang terbaik.

7. Berusaha meningkatkan pengetahuannya

Ia selalu belajar, berdiskusi, dan membeca tentang hal-hal yang diperlukan untuk mengembangkan usahanya.

8. Memiliki kecakapan untuk memimpin

Seorang wirausahawan adalah seorang pemimpin.

9. Sebagai pembaharu (inovator)

Ia ingin menjadi pencetus ide usaha pertama kali

Daya kreativitasnya tinggi

10. Pemburu keberhasilan

Seorang wirausahawan bekerja bukan untuk mencari keuntungan saja , tetapi jika memperoleh keuntungan maka keuntungan itu dijadikan suatu ukuran dan sebagai umpan balik untuk memperlihatkan betapa baiknya ia bekerja.